5 Aug 2007

Saya dan Semarang Pesona Asia (Part 2)

Sebuah keberuntungan mengantarkan saya menggantikan salah seorang staff di sekretariat SPA. Wow, what a dream comes true. Thanx to Aunt Lia who open the access. Mulailah saya bekerja sejak Jumat seminggu yang lalu. Lets go!

Saya terangin dikit tentang kepanitiaan SPA ini. Event organizernya Pemkot. Mereka merekrut satu EO bodoh untuk mencari sponsor dan menghubungi bapak presiden (yang gagal dan memaksa kita menggeser seluruh acara); dan tim public relation yang dikepalai Miss Lila. Tim undangan ini punya job menghubungi semua tamu, dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu Miss Lila diperkuat oleh sejumlah orang yang punya backgorund keahlian berbahasa asing. Saya bekerja bareng Miss Desi dan Miss Indri dari Sastra Inggris UNDIP, Mbak Widya dari UDINUS yang memonopoli mesin fax, Mister Rere dosen Bahasa Inggris IKIP PGRI, Mrs. Perinne guru Bahasa China, Mas Djunarto dan Mas Ajar guru Bahasa Jepang. Saya ada disini untuk... meramaikan suasana. Hehe.

baca juga foreword, part 1

3 Aug 2007

Saya dan Semarang Pesona Asia (Part 1)

Saya menjadi orang yang excited banget dengan acara ini. Dalam pikiran saya: Gaya benar Semarang, ibukota-propinsi yang ga tenar ini berani bikin acara mewah. Yang terpikir kemudian oleh saya adalah keinginan berpartisipasi, jadi volunteer atau apapun lah. Kapan lagi bisa memberi kontribusi yang riil buat kota yang telah membesarkan saya? Begitu pikir saya.

Iseng-iseng saya main ke sekretariat SPA di balaikota. Satu percakapan dengan Miss Lila membuat saya menyimpulkan bahwa mereka udah punya panitia fix yang siap kerja. Oh yo wis kalau gitu, saya menjadi penonton saja, paling ga udah pernah punya niat baik.

baca juga foreword

Saya dan Semarang Pesona Asia (Foreword)

Semarang Pesona Asia adalah even bisnis dan pariwisata berskala internasional yang digelar oleh Pemerintah Kota Semarang, kampung halaman saya. Acara besar-besaran ini baru pertama kalinya diadakan di Semarang. Melalui spanduk dan baligho yang dibentangkan hampir di setiap sudut kota, semua elemen mesyarakat berikrar siap menyukseskan pesta yang bakal digelar tanggal 9-14 Agustus ini, entah tulus atau hanya untuk mematuhi himbauan pemerintah. Gaungnya begitu terasa di seantero kota. Semarang berbenah, meski terasa janggal karena dalam persiapannya banyak pro-kontra terhadap acara ini. At least it is a step ahead.