5 Aug 2007

Saya dan Semarang Pesona Asia (Closing)

Even tinggal 3 hari lagi. Saya tetap melaksanakan pekerjaan saya sebagaimana mestinya dan tetap mendoakan yang terbaik bagi kota kelahiran saya. Saya mau titip pesan buat walikota saya:

Pak Kawi, catet baik-baik, nama saya Raka Whisnu. Nomer KTP saya 33.7407.080686.0001. Kalau nanti Bapak maju di Pilgub Jateng Bapak dipastikan kehilangan satu suara dari saya. Saya akan menjadi orang pertama yang pasti tidak akan memilih Bapak.

Ada satu hikmah yang bisa saya ambil dari peristiwa ini. Ternyata berlaku seperti itu tidak mengundang simpati orang melainkan hujatan. Kalau saya jadi walikota nanti saya janji tidak akan mengulangi hal bodoh serupa. Kalau lupa nanti saya diingetin ya hehe..

baca juga foreword, part 1, part 2, part 3, part 4

Saya dan Semarang Pesona Asia (Part 4)

Man, ternyata bersikap mulia ga cukup untuk menjalani hidup. Dari kasak-kusuk yang saya dengar, saya dapat informasi bahwa Semarang Pesona Asia adalah kepentingan pribadi Pak Wali sebagai cara untuk mempromosikan dirinya dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2008 nanti. Anjing! Bangsat betul itu orang! Setelah saya bekerja dengan tulus buat Semarang tercinta, ternyata ada tujuan tersembunyi dibalik itu semua. Jujur saja saya sangat kecewa. Bukan kenapa-kenapa. Politik emang kejam, tapi caranya jangan sekasar ini dong. Masa pake duit APBD buat kampanye terselubung. Sadist.

Saya jadi menghitung-hitung jerih payah saya, hal yang sebelumnya saya kesampingkan. Saya kerja sampai malam, ga ada uang lembur, bahkan hari sabtu-minggu harus masuk, bayaran ga seberapa, kena flu malah. Keterlaluan banget ni orang. I’m off. Saat ini saya meneruskan pekerjaan saya, hanya buat Bu Harini yang temennya ibu saya dan Mbak Lila yang banyak direpotkan sampai sempet tifus segala.

Saya ga menyesali kehadiran saya di sini. Saya ga akan menyesal untuk manusia murahan macam Pak Wali dan “staf khususnya” di ruang sebelah yang cuma bisa telpon pake duit negara. Mereka sampah, saya bukan. Kita beda, and it is enough for me.

baca juga foreword, part 1, part 2, part 3

Saya dan Semarang Pesona Asia (Part 3)

Hari-hari pertama kerja semua tampak lancar. Hettic sih, tapi saya pikir wajar karena pembukaan tinggal dalam hitungan hari. Ada beberapa konflik ga penting yang terjadi karena suasana tertekan dikejar deadline yang melanda semua orang. Saya ga ambil pusing buat yang itu. Justru saya beroleh banyak kemampuan baru selama hampir tiga minggu saya ada disini. Sekarang saya bisa:

  • Ngirim dan nerima fax
  • Nerima telepon a la resepsionis
  • Bikin label pake mail merge
  • Mahir excel
  • Ngrasain kerja bareng sama orang-orang yang lebih tua
  • Mudeng kode sandi radio kaya A=Alfa, B=Bravo, dst
  • Dapet duit, walo dikit

Ada dua manfaat yang menurut saya ga ternilai harganya. Yang pertama adalah kesempatan untuk blajar bahasa Inggris. Secara kita adalah tim undangan yang harus menghubungi tamu luar negeri, kita jadi terbiasa buat ngomong Inggris. Kebetulan disini ada dua Bahasa Inggris, klop, I think my English get improved significantly.

Yang kedua adalah kesempatan buat kerja bareng tim yang orangnya gokil semua. Mentang-mentang mereka dewasa semua, ngomongnya jorok mulu. Bukannya ga bisa nanggepin tapi sebagai junior saya ikut ketawa aja. Sumpah orang-orang disini bawaannya ketawa mulu jadinya pekerjaan bisa dibawa nyantai meski kita harus bermalam-malam.

Begitulah saya mengisi liburan saya. Produktif. Meski harus berdarah-darah ngerjain segala macam hal, saya punya pikiran positif bahwa tim kami ini adalah dapurnya Semarang Pesona Asia, which is salah satu kunci kesuksesannya kami yang pegang. Harapan saya acaranya sukses dan saya bisa bangga bahwa I was on it. Wow, mulia sekali

baca juga foreword, part 1, part 2